Memperkuat komitmen kebangsaan

 Memperkuat Komitmen Kebangsaan

Bangsa indonesia adalah bangsa yang besar dan memiliki potensi serta kapasitas untuk menjadi bangsa yang bersatu dan maju.  

Soekarno mengulas pemikiran bahwa Negara Republik Indonesia adalah sebuah takdir. Terungkap dalam pidato Soekarno pada tanggal 1 juni 1945.

Bangsa Indonesia lahir dan bangkit melalui sejarah perjuangan bangsa yang pernah dijajah oleh Belanda dan jepang. Akibat penjajahan, bangsa Indonesia sangat menderita,terlindas lahir dan batin,mental dan materiil,mengalami kehancuran di bidang ekonomi ,politik, sosial,budaya, dan pertahanan keamanan sehingga sia-sia kemegahan dan kejayaan nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit yang memiliki rakyat di bumi Pertiwi, Sinar dan hancur tanpa sisa.

Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang dimulai sejak zaman prasejarah berdasarkan penemuan "Manusia Jawa". Secara geologi, wilayah Nusantara merupakan pertemuan antara tiga lempeng benua, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng pasifik. 

Para cendekiawan India menulis tentang Dwipantara atau kerajaan Hindu Jawa Dwipa di pulau Jawa dan Sumatera sekitar 200 SM.  Bukti fisik menyebutkan mengenai adanya dua kerajaraan bercorak Hindu pada abad ke-5.

Abad ke-4 hingga abad ke-7,wilayah jawa barat terdapat kerajaan bercorak Hindu-Budha, yaitu Kerajaan Tarumanegara yang di lanjutkan Kerajaan sunda pada abad ke-16. Pada abad ke-7 hingga ke-14,Kerajaan Budha Sriwijaya berkembang di sumatera.

Selanjutnya,abad ke-14 menjadi saksi bangkitnya kerajaraan Hindu di Jawa Timur,Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364,Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. 

Pada tahun 1850,George Windsor Earl seorang etnolog Inggris mengusulkan istilah indunesians dan preperensi Malayunesians untuk menduduk kepulauan Hindia atau Malayan Archipelago. Seorang mahasiswa Earl James Richardison Logon menggunakan bahasa Indonesia sebagai sinonim untuk kepulauan Hindia. 

Berikut ini bagaimana keras dan sulitnya perjuangan pendiri negara, yaitu Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta dalam perjuangan Indonesia. 

A. Ir. Soekarno 

Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno lahir di Blitar Jawa Timur 6 juni 1901 dan menunggal di Jakarta,21 juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekarno sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya,Kemudian beliau melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger school). Setelah lulus pada tahun 1920, Soekarno pimdah di Bandung melanjutkan ke HTS ( Techische Hoogeschool atau sekolah teknuk Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasul meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.

Insinyur Soekarno pada tanggal 4 Juli 1927 mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia) pada tanggal 4 Juli 1927. Komitmen dan perjuangan Soekarno untuk kemerdekaan menyebabkan Soekarno ditangkap dan pada tanggal 30 Desember 1929 Soekarno dijebloskan di penjara banceuy,Bandung selama delapan bulan. Soekarno menepati sel nomor 5 hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter berisi kasur dan toilet yang tidak permanen.  Pada tahun 1930 Ir Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin Bandung. Soekarno kemudian didaulat sebagai pemimpin partindo kemudian diasingkan Flores dan 4 tahun kemudian ia dibuang ke Bengkulu dan dibebaskan tahun 1942 menjelang kedatangan penjajahan Jepang.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 17 Agustus 1945, bukan berarti perjuangan Soekarno berakhir. Pada tahun 1948, Soekarno setelah agresi mil iter Belanda II,  Soekarno kembali diasingkan ke Parapat,sumatera Utara. Soekarno kemudian dipindahkan ke bukit penuh di Bangka. Komitmen untuk hidup berjuang menciptakan perubahan yang lebih baik sudah seharusnya ada dalam diri seluruh bangsa Indonesia.

B. Mohammad Hatta

Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukit tinggi, 12 Agustus 1902. Moh Hatta merupakan organisatoris aktivis partai politik negarawan proklamator pelopor koperasi dan wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong sutranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916 pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik.

Pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam. Dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Hatta mulai meneliti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925 Pada tahun 1927 kata bergabung dengan Liga menentang imperialisme dan kolonialisme di Belanda dan terkenal dengan aktivis nasionalis India, Jawa harhal Nehru. 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PULAU BALI

MAKALAH PENDIDIKAN UUD 1945